Rabu, 10 September 2008

Bahwa the real " Wakil Rakyat" adalah ketua RT/RW



Beberapa waktu ini di daerah tempat gedabrus saya lagi rame memepermasalahkan pemilihan caleg di tingkat daerah Malang, sambil curi denger waktu gedabrus dengan mereka yang diantaranya memang berfungsi sebagai hunter dan penggalang massa bagi Caleg2 tersebut...Ada satu hal yg mengusik di pikiran saya, bahwa diantara caleg2 tersebut apakah memang berniat untuk mengabdi kepada masyarakat ato hanya sekedar mencari duwek ( emang sekarang jabatan DPR udah masuk kategori pekerjaan?). Kembali lagi ke konsep pengabdian bahwa seseorang bisa dikatakan wakil rakyat ato golongan adalah orang yg betul2 dekat ,mengerti dan mengabdi kepada masyarakat di sekitarnya dan bisa membawa apresiasi masyarakat ke tingkat pusat.Contoh wakil rakyat menurut pandangan saya adalah jabatan RT/RW di lingkungan kita, merekalah yg paling tau hidup dan berkehidupan di sekitar kita, merkalah yg paling tau selokan mana yg lagi buntu sehingga bikin banjir, merekalah yg paling bisa mendamaikan warganya ketika gegeran ato rumah tangga yg lagi ruwet, merekalah yg paling tau kalo ada warga yg meninggal, sakit ato kekurangan biaya sehingga harus bikin surat edaran untuk sumbangan warga. Kalo mereka berbuat kesalahan ato tidak adil, warga tinggal gedor aja pintu rumahnya tanpa melalui prosedur birokrasi yang ruwet. Kembali lagi ke caleg2 yg lagi di buat gedabrus tadi, jangan2 mereka hanya sekedar gedabrus terus dapet gaji (jagongan dibayar). Kayakanya saya lebih suka sebelum mereka mencalonkan diri harus ada training diri dulu selama 1 jabatan RT ato RW,kemudian tiap2 warga kasih surat rekomendasi bahwa selama yg bersangkutan menjabat telah melaksanakan jabatan itu dengan baik dan benar... dari situ kita bisa tau bahwa kemampuan seseorang untuk menjadi wakil rakyat benar2 dicoba. Hidup Pak RT/RW.....

Sepeda Ria


Sudah hampir 2 bulan ini, kaki gak pernah dipake mancal....kemaren waktu mampir ke "kantor Sepeda" lihat Amoeba itemku kasian juga, kotor abis dipake terakhir 2 bulan yg lalu waktu ke lereng Panderman.Alhasil setelah dicuci meskipun tidak terlalu bersih..Amoeba bener2 keliatan keren..(narsis)..Waktunya di genjot..Ngabuburit barengan sama fotografer spesial MTB track he..he..he.., jalan ke Sukarno Hatta sambil cari lumpia buat takjil....Ternyata baru jalan deket kaki udah pada pegel, nafas ngos-ngosan ( rokok ae..)..Padahal efek dari olah raga sepeda sendiri bener2 edan (menurut dr berbagai sumber :
1.Bersepeda adalah olahraga LOW IMPACT karena beban di topang oleh banyak bagian tubuh, kaki di pedal...pantat di sadel...dan tangan di setang ..hal ini akan menghindarkan kecederaan pada tungkai kaki dan sendi paha.
2.Bersepeda memberikan latihan yang lebih baik kepada jantung di banding olahraga lain. sebagai contoh, jogging dapat menaikan detak jantung hingga 60% batas maksimum...sedangkan bersepeda 70% dati batas maksimum...makin tinggi detak jantung yang tercapai makin bagus juga efek nya utk jantung....Ada beberapa olahraga yang dapat menaikan lebih dari 70% detak jantung...seperti sepak bola,tenis,bulu tangkis etc...namun pada olahraga tersebut naik turun detak jantung seringkali di paksa....beda dengan bersepeda kenaikan dan penurunan detak berlangsung lebih smooth.
3.Asal dilakukan dengan cara dan takaran yang benar,bersepeda telah terbukti mampu memperbaiki kondisi tubuh.
4.Bersepeda bisa mengurangi kadar kolestrol jahat dalam darah, menaikan kolestrol baik...mengurangi stroke dan serangan jantung...mengurangi aneka penyakit yang timbul akibat tekanan darah tinggi.....menirmalkan tekanan darah...dan mengurangi obesitas...sehingga juga mengurangi ancaman diabetes....
5. Genjot sepeda bisa membawa kondisi strees kita hilang, liat pemandangan hijau, hutan sungai, dan para gadis desa yg siap2 mau ke sungai atau ke pasar..hmmm...dan ada satu yg spesial ketika kita lg istirahat di suatu rumah di pelosok, tuan rumah dgn inisiatif sendiri langsung memberi kita minum ato kue2 ringan, sambil anak2 mereka yg kecil manggil2 kita " Pagi Ommmm..."
Kayaknya saya bener2 menimbun penyakit dalam waktu 2 bulan terakhir ini :( semoga aja sehabis lebaran semangat untuk genjot lagi bener2 maksimal. Dengkul Jaya....

Sabtu, 09 Agustus 2008

1/2 abad yang Biadab tapi Beradab


Ketika 1 bulan yg lalu saya harus membuat sebuah demo visual dengan budget dr kantong sendiri dan itupun dengan merayu "Manager keuangan" saya, akhirnya pilihan saya jatuh ke 1/2 abad band sebagai kelinci percobaan :).Band dengan personel inti Mbah Siput (gitar vocal) yang memang umurnya sudah 1/2 abad (tiyang sepuh) dan 2 personel cabutan yang jauh lebih muda dan ganteng :). Dengan genre musik Rock n Roll dan sangat mendewakan Jimmy Hendrix, 1/2 abad memang patut disaluti dengan eksistensi mereka dalam bermusik meskipun umur sudah cukup "tuwek" untuk melakoni dunia tersebut. Untuk itu saya berusaha membuat tampilan visual 1/2 abad dalam bentuk lain yang kekinian meskipun dengan sarana dan prasarana yang minim.
Titel Beradab tapi Biadab dengan durasi hampir 5 menit (kemaruk band2an) cukup membuat enerji + pikiran saya dibuat habis, belum lagi ditambah ketika proses shoot, lampu padam (PLN DOBOLLLLL) + genset yg batuk2 sehingga berhimbas ke adaptor camera + eksternal hardisk terbakar membuat saya semakin tambah stress ditambah player drum yg maen gak pas dengan tempo lagu dan ...(Akeeeeeeehhh rintangane) sehingga berdampak pada kekurangan stock shoot :( dan alhamdulilah akhirnya selesai juga sampai pada proses postpro meskipun dengan hasil yang kurang maksimal menurut pendapat saya.Dan yg paling bahagia di seri ini adalah Mbah Siput yg segera membeli player DVD untuk segera ditampilkan di hadapan keluarga + rekan2nya. Mungkin sisi lain dari saya sendiri adalah bahwa hasil itu merupakan bentuk support dan penghargan saya kepada beliau sebagai individu seni yang tetap eksis dijalurnya tanpa melihat sebuah nilai yang disebut Duwek (Metuwek pollll Blach.....). Kalo nggak pengen liat demo clip 1/2 abad, jangan klik disini

CALIBAN Live in "negara" Malang


Jumat kemaren betul2 hari yang fuuhhhhhh...,bangun pagi langsung ngantar "calon ibu" ke 'Mabes' yg karena sebab tertentu harus istirahat total selama 2 minggu 'gak boleh turun kasur,bolehnya cuman ke jeding aja"kata pak dokter.Setelah laporan ke komandan langsung merapat ke kampus (kemenyek' Blach...) telat lagi! Temen2 pd protes semua :(, Back to topik...ber'Stage" di UMM Dome Malang konser Caliban yg dibandari pabrik rokok yg lagi berduka ditinggal mati bosnya,terlihat sangat megah, sound system yg cukup wahh dan setting panggung + lighting yg Mbois cukup merangsang adrenalin untuk ikut2an berjingkrak ria.Tapi...ups kok kayaknya ada yg salah dengan show tersebut (diluar dari genre musiknya yg katanya dari jenis aliran musik Underground apa gitu...) kayaknya vokal + drumer gak sesuai dengan jenis musik yg dibawakan malah cenderung gak ada power, ketika terlihat dilayar besar yg disiapkan di kedua samping panggung terlihat cara dia memukul drum + ekspresi mainnya sangat kurang, malah cenderung gak ada ekspresi dan sedikit terlihat ada sisi feminim sedikit yg muncul, sama persis dengan karakter vocalisnya. Tapi...diluar itu semua konser tersebut sangat2 menghibur bagi saya dan yang paling penting bahwa apresiasi pribadi terhadap sesuatu itu merupakan hal yang tidak perlu diperdebatkan sampai subuh bahkan sampai dilombakan :)Salut ke teman2 yg berusaha maksimal untuk memberikan event yg terbaik sebagai salah satu bentuk eksistensi bagi kehidupan underground musik di "negara" Malang...

COLOR Katok





Beberapa hari ini saya didapuk oleh yang "mbaurekso" yang keliatannya saya juga sebagai opsi orang kedua (maklum saya berada di 'negara kecil' sementara beliau di'negara besar') yang mengerjakan untuk color correction dari sebuah project video clip Bulan band aka NIKISAE versi Jakarta Indonesia Raya :) yang katanya akan di woro-woro dalam waktu dekat. Dlihat dari sisi musikal, lagu dari band ini kayaknya diset untuk anak yang masih hijau dengan genre Pop nya (he he kemeruh Blach..). The problem is....setelah saya melihat patern keseluruhan dari video tsb dan dari style pengambilan gambar yg look like MTV shoot yang agak goyang2 dikit, zoom seenaknya (aku gak eruh boso tekniknya...), sang The Produser (sutradaranya yg mana ya? )meminta saya untuk meng-COLOR dengan gaya oldiestnya kayak video clip jaman Rinto Harahap :( dengan warna sephia yang tinggi + glow + difuse etc :( yang jelas2 tidak masuk di mata (akal juga) dengan alasan ini jualan Mas..., jualan ya jualan tapi ya lihat2, masak jualan Burger mau dibungkus daun Pisang!( eh , nggak tau ya kalo beberapa tahun lagi ternyata ada yg jualan itu beneran)Mau jualan es teler kok dikutub utara! Mau jualan pembalut kok ke anak balita! Lha kalo pola pikirnya seperti itu, jumlah kaset yg laku dari band itu mungkin cuman 10 copy aja, 5 copy dibeli sama bapak ibunya sendiri krn jumlah personilnya ada 5, sementara 5 yg laen dibeli sama ceweknya dewe2 degan alasan salah satu bentuk kasih sayang mereka ke cowoknya yg pegawai band itu ha ha ha ha. Akhirnya dengan keberanian & ke pd an yg tinggi :) saya memutuskan untuk meng-color dengan style saya sendiri ( liat insert image ). Semoga aja diterima sama yg "Mbaurekso"..ha ha ha COLOR Katok

Jumat, 08 Agustus 2008

Ketika berusaha untuk menulis (mengetik)

Ketika blog bukan hanya untuk dinikmati.... Itulah yang pertama kali terlintas di benak saya ketika akan memulai postingan ini, meskipun saya akui cara berpikir saya bisa dipastikan akan menghasilkan postingan yang ecek-ecek, garing,gak bermutu etc. Setidaknya dengan blog ini saya bisa mengapresiasikan sesuatu tanpa harus "gegeran" dengan orang lain dan di tempat sinilah saya bisa mengeluarakan ego saya tanpa melukai perasaan orang lain ( benar2 orang yang egois ha..ha..ha..)