Sabtu, 09 Agustus 2008

1/2 abad yang Biadab tapi Beradab


Ketika 1 bulan yg lalu saya harus membuat sebuah demo visual dengan budget dr kantong sendiri dan itupun dengan merayu "Manager keuangan" saya, akhirnya pilihan saya jatuh ke 1/2 abad band sebagai kelinci percobaan :).Band dengan personel inti Mbah Siput (gitar vocal) yang memang umurnya sudah 1/2 abad (tiyang sepuh) dan 2 personel cabutan yang jauh lebih muda dan ganteng :). Dengan genre musik Rock n Roll dan sangat mendewakan Jimmy Hendrix, 1/2 abad memang patut disaluti dengan eksistensi mereka dalam bermusik meskipun umur sudah cukup "tuwek" untuk melakoni dunia tersebut. Untuk itu saya berusaha membuat tampilan visual 1/2 abad dalam bentuk lain yang kekinian meskipun dengan sarana dan prasarana yang minim.
Titel Beradab tapi Biadab dengan durasi hampir 5 menit (kemaruk band2an) cukup membuat enerji + pikiran saya dibuat habis, belum lagi ditambah ketika proses shoot, lampu padam (PLN DOBOLLLLL) + genset yg batuk2 sehingga berhimbas ke adaptor camera + eksternal hardisk terbakar membuat saya semakin tambah stress ditambah player drum yg maen gak pas dengan tempo lagu dan ...(Akeeeeeeehhh rintangane) sehingga berdampak pada kekurangan stock shoot :( dan alhamdulilah akhirnya selesai juga sampai pada proses postpro meskipun dengan hasil yang kurang maksimal menurut pendapat saya.Dan yg paling bahagia di seri ini adalah Mbah Siput yg segera membeli player DVD untuk segera ditampilkan di hadapan keluarga + rekan2nya. Mungkin sisi lain dari saya sendiri adalah bahwa hasil itu merupakan bentuk support dan penghargan saya kepada beliau sebagai individu seni yang tetap eksis dijalurnya tanpa melihat sebuah nilai yang disebut Duwek (Metuwek pollll Blach.....). Kalo nggak pengen liat demo clip 1/2 abad, jangan klik disini

CALIBAN Live in "negara" Malang


Jumat kemaren betul2 hari yang fuuhhhhhh...,bangun pagi langsung ngantar "calon ibu" ke 'Mabes' yg karena sebab tertentu harus istirahat total selama 2 minggu 'gak boleh turun kasur,bolehnya cuman ke jeding aja"kata pak dokter.Setelah laporan ke komandan langsung merapat ke kampus (kemenyek' Blach...) telat lagi! Temen2 pd protes semua :(, Back to topik...ber'Stage" di UMM Dome Malang konser Caliban yg dibandari pabrik rokok yg lagi berduka ditinggal mati bosnya,terlihat sangat megah, sound system yg cukup wahh dan setting panggung + lighting yg Mbois cukup merangsang adrenalin untuk ikut2an berjingkrak ria.Tapi...ups kok kayaknya ada yg salah dengan show tersebut (diluar dari genre musiknya yg katanya dari jenis aliran musik Underground apa gitu...) kayaknya vokal + drumer gak sesuai dengan jenis musik yg dibawakan malah cenderung gak ada power, ketika terlihat dilayar besar yg disiapkan di kedua samping panggung terlihat cara dia memukul drum + ekspresi mainnya sangat kurang, malah cenderung gak ada ekspresi dan sedikit terlihat ada sisi feminim sedikit yg muncul, sama persis dengan karakter vocalisnya. Tapi...diluar itu semua konser tersebut sangat2 menghibur bagi saya dan yang paling penting bahwa apresiasi pribadi terhadap sesuatu itu merupakan hal yang tidak perlu diperdebatkan sampai subuh bahkan sampai dilombakan :)Salut ke teman2 yg berusaha maksimal untuk memberikan event yg terbaik sebagai salah satu bentuk eksistensi bagi kehidupan underground musik di "negara" Malang...

COLOR Katok





Beberapa hari ini saya didapuk oleh yang "mbaurekso" yang keliatannya saya juga sebagai opsi orang kedua (maklum saya berada di 'negara kecil' sementara beliau di'negara besar') yang mengerjakan untuk color correction dari sebuah project video clip Bulan band aka NIKISAE versi Jakarta Indonesia Raya :) yang katanya akan di woro-woro dalam waktu dekat. Dlihat dari sisi musikal, lagu dari band ini kayaknya diset untuk anak yang masih hijau dengan genre Pop nya (he he kemeruh Blach..). The problem is....setelah saya melihat patern keseluruhan dari video tsb dan dari style pengambilan gambar yg look like MTV shoot yang agak goyang2 dikit, zoom seenaknya (aku gak eruh boso tekniknya...), sang The Produser (sutradaranya yg mana ya? )meminta saya untuk meng-COLOR dengan gaya oldiestnya kayak video clip jaman Rinto Harahap :( dengan warna sephia yang tinggi + glow + difuse etc :( yang jelas2 tidak masuk di mata (akal juga) dengan alasan ini jualan Mas..., jualan ya jualan tapi ya lihat2, masak jualan Burger mau dibungkus daun Pisang!( eh , nggak tau ya kalo beberapa tahun lagi ternyata ada yg jualan itu beneran)Mau jualan es teler kok dikutub utara! Mau jualan pembalut kok ke anak balita! Lha kalo pola pikirnya seperti itu, jumlah kaset yg laku dari band itu mungkin cuman 10 copy aja, 5 copy dibeli sama bapak ibunya sendiri krn jumlah personilnya ada 5, sementara 5 yg laen dibeli sama ceweknya dewe2 degan alasan salah satu bentuk kasih sayang mereka ke cowoknya yg pegawai band itu ha ha ha ha. Akhirnya dengan keberanian & ke pd an yg tinggi :) saya memutuskan untuk meng-color dengan style saya sendiri ( liat insert image ). Semoga aja diterima sama yg "Mbaurekso"..ha ha ha COLOR Katok

Jumat, 08 Agustus 2008

Ketika berusaha untuk menulis (mengetik)

Ketika blog bukan hanya untuk dinikmati.... Itulah yang pertama kali terlintas di benak saya ketika akan memulai postingan ini, meskipun saya akui cara berpikir saya bisa dipastikan akan menghasilkan postingan yang ecek-ecek, garing,gak bermutu etc. Setidaknya dengan blog ini saya bisa mengapresiasikan sesuatu tanpa harus "gegeran" dengan orang lain dan di tempat sinilah saya bisa mengeluarakan ego saya tanpa melukai perasaan orang lain ( benar2 orang yang egois ha..ha..ha..)